Geonode logo
Carl Gamutan

Carl Gamutan

Dikemas kini: 7 Oktober 2026

Diterbitkan: 21 Maret 2023

8 Tips Bisnis Kecil untuk Pekerja Jarak Jauh

Penjahat siber terus-menerus mencari cara baru untuk memanfaatkan kerentanan dalam sistem komputer, dan pekerja jarak jauh bisa jadi sangat rentan jika tidak dilindungi dengan baik. Untuk membantu usaha kecil melindungi informasi sensitif mereka, berikut ini panduan tentang cara mencegah serangan siber saat bekerja dari jarak jauh.

Dalam beberapa tahun terakhir, kerja jarak jauh telah menjadi pilihan populer bagi usaha kecil yang ingin menekan biaya, meningkatkan produktivitas, dan memberikan fleksibilitas bagi karyawannya. Namun, seiring dengan meningkatnya tren kerja jarak jauh, risiko serangan siber pun semakin tinggi.

Penjahat siber terus mencari cara baru untuk mengeksploitasi kerentanan dalam sistem komputer, dan pekerja jarak jauh bisa sangat rentan jika tidak dilindungi dengan baik. Untuk membantu usaha kecil melindungi informasi sensitif mereka, berikut adalah panduan tentang cara mencegah serangan siber saat bekerja dari jarak jauh:

Gunakan VPN

Jaringan pribadi virtual (VPN) adalah koneksi aman dan terenkripsi antara pekerja jarak jauh dan jaringan perusahaannya. Dengan menggunakan VPN, semua data yang dikirimkan antara pekerja jarak jauh dan jaringan perusahaan akan dienkripsi, sehingga jauh lebih sulit bagi penjahat siber untuk mencegat dan mencurinya. Tersedia banyak layanan VPN, jadi lakukan riset dan pilih salah satu yang memiliki reputasi baik dan dapat diandalkan.

Gunakan kata sandi yang kuat

Kata sandi yang lemah merupakan salah satu cara paling umum yang digunakan penjahat siber untuk mendapatkan akses ke sistem komputer. Pekerja jarak jauh harus menggunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk semua akun mereka, serta menghindari penggunaan kata sandi yang sama untuk beberapa akun. Kata sandi harus terdiri dari setidaknya 12 karakter dan harus mencakup kombinasi huruf besar dan kecil, angka, serta simbol. Karyawan dihimbau untuk tidak menggunakan detail pribadi.

Aktifkan otentikasi dua faktor

Otentikasi dua faktor menambahkan lapisan keamanan ekstra pada akun online dengan mewajibkan pengguna untuk memberikan dua bentuk identifikasi guna mengakses akun. Hal ini dapat mencakup sesuatu yang diketahui pengguna (seperti kata sandi) dan sesuatu yang dimiliki pengguna (seperti token keamanan atau sidik jari). Otentikasi dua faktor adalah cara efektif untuk mencegah penjahat siber mengakses informasi sensitif.

Selalu perbarui perangkat lunak

Pembaruan perangkat lunak sering kali mencakup tambalan keamanan yang mengatasi kerentanan yang telah diketahui. Pekerja jarak jauh harus memastikan bahwa semua perangkat lunak mereka, termasuk sistem operasi, peramban web, dan aplikasi, selalu diperbarui dan ditambal secara teratur.

Waspadai serangan phishing

Serangan phishing adalah cara umum yang digunakan penjahat siber untuk mencuri informasi sensitif. Pekerja jarak jauh harus waspada terhadap email yang tidak diminta, terutama yang meminta informasi pribadi atau keuangan.

Jika sebuah email tampak mencurigakan, lebih baik berhati-hati dan menghapusnya. Untungnya, tersedia alat verifikasi email yang dapat membantu mengidentifikasi dan menandai email yang berpotensi berbahaya sebelum sampai ke kotak masuk Anda, sehingga memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap serangan phishing.

Gunakan perangkat lunak antivirus

Perangkat lunak antivirus dapat membantu mendeteksi dan menghapus perangkat lunak berbahaya yang mungkin terinstal di komputer. Pekerja jarak jauh sebaiknya menggunakan perangkat lunak antivirus yang diperbarui secara teratur dan dikonfigurasi untuk menjalankan pemindaian harian.

Batasi akses ke informasi sensitif

Pekerja jarak jauh sebaiknya hanya memiliki akses ke informasi yang mereka butuhkan untuk menjalankan tugas mereka. Membatasi akses ke informasi sensitif dapat membantu mencegah penjahat siber mengakses informasi tersebut jika akun pekerja jarak jauh diretas.

Hindari titik akses Wi-Fi terbuka

Titik akses Wi-Fi terbuka umumnya tidak aman, yang berarti data yang dikirim melalui jaringan tersebut tidak dienkripsi. Hal ini memudahkan peretas untuk menyadap data Anda dan mencuri informasi sensitif, seperti kata sandi dan nomor kartu kredit.

Dengan mengikuti tips ini, usaha kecil dapat membantu melindungi informasi sensitif mereka dan mencegah serangan siber saat bekerja dari jarak jauh. Meskipun tidak ada sistem yang sepenuhnya aman, mengambil langkah-langkah ini dapat membantu meminimalkan risiko serangan siber dan menjaga bisnis Anda tetap berjalan lancar.